Rabu, 13 Mei 2020

Kisah Rossy Nurhayati Sang Pejuang Literasi


Bagi sebagian orang, mendapat vonis penyakit yang cukup ganas seperti kanker mungkin akan membuat mereka begitu terpuruk dan merasa hidupnya telah hancur. Namun bukan pilihan tersebut yang dipilih oleh Ibu Rossy. Alih-alih menyerah dengan penyakit yang menyerangnya, ia justru memilih untuk bangkit dan terus memberikan kontribusi positifnya untuk orang-orang di sekitar. Taman Baca Cahaya Ilmu, itulah yang membuatmu terus bersemangat untuk tetap menjalani hidup dan membangkitkan semangat literasi anak-anak di desanya. 

Siapakah sosok Ibu Rossy?

Rossy Nurhayati atau yang sering disapa ibu Rossy merupakan seorang wanita tangguh yang berasal dari Panjalu, Ciamis. Sarjana pendidikan Agama Islam ini divonis oleh dokter mengidap penyakit kanker darah atau leukemia. Bukan hanya itu saja, Rossy bahkan telah kehilangan tiga buah hatinya karena penyakit yang serupa. 

Namun semua yang menimpa Rossy tidak menjadikannya menyerah pada keadaan. Setelah divonis mengidap kanker, ia justru semakin bertekad untuk mewujudkan cita-citanya untuk membuat anak-anak di desanya semakin peduli pada literasi. Ibu Rossy yang sedari dulu memiliki hobi membaca kemudian membuka sebuah taman baca yang ia beri nama Taman Baca Cahaya Ilmu. 

Dengan modal yang ia sisihkan dari anggarannya untuk melakukan kemoterapi, ia membuka taman baca tersebut setelah melihat keadaan anak-anak di daerah Panjalu Ciamis yang masih memiliki minat baca rendah. Meskipun ia dengan susah payah mengumpulkan modal untuk membangun taman baca tersebut, namun Ibu Rossy justru membuka taman baca secara gratis untuk siapapun yang ingin membaca. 

Bukan hanya itu, Ibu Rossy juga aktif untuk berkeliling di desanya dan mengajar anak-anak untuk membaca dan mengaji. Semua hal yang dilakukannya tersebut justru semakin membuatnya lebih semangat untuk memperjuangkan hidup dan melawan kanker yang semakin menyerangnya. 

Meski uangnya cukup terkuras untuk biaya kemoterapi hingga membuat ia dan suaminya harus menumpang di rumah orang tua, namun Ibu Rossy masih tetap berusaha menyisihkan sebagian rezekinya untuk membuat Rumah Baca Cahaya Ilmu semakin berkembang. Niatnya sungguh mulia, untuk mencerdaskan anak-anak di daerahnya. Ia tidak meminta imbalan apapun untuk orang-orang yang datang dan membaca di rumah bacanya. Ia hanya mengharapkan doa untuk kesembuhan dan kesehatannya. 

Kebaikan untuk Ibu Rossy

Penyakit yang diderita Ibu Rossy serta keterbatasan dana yang ia miliki untuk biaya pengobatan tidak membuatnya patah semangat untuk selalu menebar kebaikan. Melalui Rumah Baca Cahaya Ilmu, Bu Rossy bisa membagikan ilmunya pada anak-anak untuk belajar membaca dan mengaji. Ini tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk #AwaliDenganKebaikan seperti yang Ibu Rossy lakukan.

Caranya adalah dengan menggunakan salah satu produk asuransi syariah Allianz, AlliSya Protection Plus. Dengan menggunakan layanan asuransi ini, kita telah memberikan kepedulian kepada orang-orang yang lebih membutuhkan melalui biaya iuran bulanan yang dibayarkan. Kita bisa memberikan proteksi maksimal dan adil untuk orang-orang di sekitar berupa biaya rumah sakit, penyakit kritis, obat-obatan, dan masih banyak lagi. 

Asuransi syariah Indonesia juga memberikan  fitur wakaf bagi seluruh peserta Allianz Syariah. Fitur ini membuat kita bisa membagikan sebagian dana musibah dalam bentuk program sosial. Untuk itu, akan ada banyak orang yang mendapatkan manfaat dari kebaikan yang kita lakukan melalui wakaf.  

Asuransi Syariah Allianz membuat kita tidak hanya memberi proteksi untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang-orang di sekitar yang membutuhkan proteksi yang sama. Dengan ini, kita telah membantu kehidupan orang-orang baik seperti ibu Rossy untuk terus berjuang dan mewujudkan mimpi-mimpi mulianya, sekaligus mendapatkan paket umroh gratis dari Allianz. Dengan saling melindungi, kita  bisa terus menebar kebaikan untuk sesama. 

0 komentar:

Posting Komentar