Rabu, 06 November 2019

Jenis Risiko yang Sering Dihadapi Perusahaan Baru


Risiko menjadi hal yang wajar dalam menjalankan bisnis, baik perusahaan baru maupun perusahaan yang sudah lama berdiri. Risiko menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, memahami apa itu risiko dan mengetahui jenis-jenis risiko dalam bisnis sangatlah penting bagi sebuah perusahaan. 

Cara yang bisa diterapkan adalah melakukan manajemen risiko yang terintegrasi dalam suatu perusahaan. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengetahui definisi dan memahami jenis risiko dalam bisnis, serta akan lebih siap dalam menghadapi risiko bisnis. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah beberapa risiko bisnis yang perlu diperhatikan dalam sebuah perusahaan. 

1. Risiko Strategis

Perusahaan yang baru berdiri membutuhkan strategi agar dapat bersaing dengan kompetitor. Apabila tidak dipersiapkan secara matang, maka akan muncul risiko yang berpengaruh terhadap perusahaan. Sebagai contoh, apabila perusahaan memperkenalkan produk baru ke pasar, pelanggan lama dari produk sebelumnya mungkin tidak dapat menerima. Untuk itu, manajemen perlu mamahami strategi untuk memasarkan produk ke target konsumen yang tepat. Dalam menjalankan bisnis, perlu mamahami segmen pelanggan mana serta customer behavior yang harus dibidik sebelum memperkenalkan produk baru. 

2. Risiko Operasional

Risiko operasional mengacu pada kegagalan yang tidak terduga dalam menjalankan bisnis sehari-hari perusahaan. Ini merupakan kegagalan teknis, seperti terjadi masalah pada server atau masalah yang terjadi pada mesin produksi. Jika terjadi, maka hal tersebut dapat menghambat proses penjualan atau bahkan tidak dapat menjual produk sehingga tidak ada uang yang dihasilkan. 
Dalam beberapa kasus, risiko operasional juga dapat terjadi di luar kendali perusahaan seperti bencana alam dan pemadaman listrik. Jadi, segala sesuatu yang dapat mengganggu operasional inti perusahaan termasuk dalam kategori risiko operasional. 

3. Risiko Finansial

Risiko dalam perusahaan memiliki dampak finansial, baik dalam hal biaya tambahan atau kehilangan pendapatan. Namun demikian, risiko ini merujuk secara khusus pada arus khas bisnis yang dapat menyebabkan kerugian finansial. Sebagai contoh, apabila perusahaan memiliki hutang, baik hutang produktif atau nonproduktif maka dapat berpengaruh terhadap risiko bisnis perusahaan. Terlebih jika perusahaan tidak dapat menghasilkan keuntungan. Ini dapat terjadi tidak hanya pada perusahaan baru saja, tetapi perusahaan besar juga dapat mengalami hal demikian.  

4. Risiko kepatuhan

Peraturan ataupun regulasi dalam sebuah perusahaan dibuat untuk ditaati oleh semua anggota perusahaan, baik pada level karyawan sampai komisaris, Walaupun terkesan mudah, tetapi di dalamnya juga mengandung sebuah risiko. Semua pihak berpotensi dan berpeluang untuk bisa menjadi pelanggar dari peraturan maupun tata-tertib yang sudah dibuat. Risiko yang bisa terjadi adalah dampak dicabutnya izin usaha perusahaan. 

Contoh risiko kepatuhan dalam sebuah perusahaan adalah tidak adanya prosedur dalam penunjukan supplier dan bukti-bukti administrasi yang menunjang. Hal ini bisa berakibat adanya pihak ke tiga yang memberikan iming-iming hadiah kepada karyawan jika ditunjuk sebagai supplier.

5. Risiko Cyber

Saat ini, risiko cyber tidak hanya prioritas institusi keuangan dan lembaga pertahanan saja, namun juga pada industri lain termasuk perusahaan baru. Hal ini karena terdapat ketergantungan yang tumbuh pada data, teknologi dan keterkaitan dalam mengumpulkan, menyimpan dan memproses data. 

Risiko setiap bisnis dan industri biasanya unik dan berbeda-beda. Risiko-risiko di atas merupakan strategi risk management yang perlu diperhatikan. Risk management merupakan tindakan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memprioritaskan risiko yang diikuti dengan penerapan sumber daya yang terkoordinasi dan ekonomis untuk meminimalkan, memantau, dan mengendalikan kemungkinan atau dampak dari kejadian yang tidak menguntungkan perusahaan. 

Jika khawatir pengelolaan risiko yang dilakukan oleh internal perusahaan tidak maksimal, gunakanlah jasa broker asuransi dan konsultan risiko seperti Marsh Indonesia yang dapat membantu untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan solusi untuk meminimalisir risiko bisnis. Marsh sudah sangat berpengalaman dalam membantu ribuan perusahaan di Indonesia dalam mengidentifikasi dan menjamin risiko agar bisnis perusahaan berjalan lancar dan berkembang, serta risiko kerugian secara finansial bisa diminimalisir. 

0 komentar:

Posting Komentar