Minggu, 27 Oktober 2019

Ini Sejumlah Olahraga yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Hamil


Pada saat hamil, seseorang perlu lebih berhati-hati dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. Ketika melakukan aktivitas fisik terlalu keras, hal ini ditakuti bisa menimbulkan dampak bagi kehamilan.

Keengganan untuk berolahraga ini sering akhirnya menimbulkan masalah pula pada ibu hamil. Lalu sebenarnya apakah aman bagi ibu hamil untuk melakukan olahraga?

Dilansir dari Baby Centre, Hanna Dabour, seorang fisioterapis mengatakan bahwa seorang ibu hamil harus berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang potensial membuatmu kehilangan keseimbangan. Pusat gravitasi seseorang biasanya berubah ketika perut semakin membesar sehingga seseorang cenderung lebih mudah kehilangan keseimbangan.

Terkait hal ini, Dabour menjelaskan bahwa olahraga yang dilarang untuk dilakukan adalah berbagai olahraga ekstrem seperti hoki, selancar, ski, berkendara kuda, serta berbagai hal lainnya. Berbagai olahraga ini menimbulkan risiko kamu dapat terjatuh dan mencederai perut yang menyebabkan cedera pada pertumbuhan janin.

1. Hindari Bersepeda


Olahraga lain yang sebaiknya dihindari karena risiko yang mungkin muncul adalah olahraga seperti tenis dan bersepeda. Hal ini terutama ketika kehamilan sudah memasuki trimester kedua.

Walau begitu, larangan ini hanya berlaku bagi mereka yang tidak terbiasa bersepeda. Sedangkan pada orang yang sehari-hari menggunakan sepeda, mereka cenderung memiliki keseimbangan lebih baik sehingga tetap boleh untuk dilanjutkan.

2. Hindari Kontak Fisik


Beberapa olahraga yang melibatkan kontak fisik secara langsung sebaiknya juga dihindari. Olahraga bela diri atau yang melibatkan kontak fisik memiliki kemungkinan kamu mengalami kontak di perut.

Scuba diving juga dianggap tak aman bagi orang yang hamil karena bisa membuat mereka mengalami dekompresi. Hal ini bisa membuat risiko kamu mengalami keguguran atau membuat bayi lahir dengan masalah.

3. Hindari Olahraga dengan Ketinggian Ekstrem


Olahraga dengan ketinggian ekstra seperti mendaki gunung dan naik balon udara juga harus dihindari. Perubahan tingkat oksigen bisa menimbulkan risiko penyakit ketinggian pada bayi.

Hal yang sama juga harus kamu lakukan ketika bermain air di taman hiburan. Bermain seluncur atau prosotan bisa membuat kamu meluncur dengan keras sehingga bisa menyakiti bayi.

4. Hindari Kondisi Kepanasan


Lakukan olahraga yang bisa membuat jantung berdetak cepat namun kamu masih dapat bicara karena hal ini tidak meningkatkan temperatur tubuh. Demi keamanan, sebaiknya banyak minum air serta jangan berolahraga pada cuaca yang sangat panas dan lembap.

Walau berenang tergolong aman, hindari berendam pada air dengan suhu terlalu panas. Hindari juga berendam di bak panas dan melakukan sauna. Ketika berolahraga, satu hal yang perlu kamu perhatikan adalah berhenti ketika kamu merasa lelah atau tidak enak badan.

5. Jangan Paksa Olahraga Saat Kehamilan Menua


Setelah kehamilan memasuki usia 16 minggu, hindari olahraga yang membuat kamu rebahan sambil mengangkat kaki seperti sit-up. Berat dari janin bisa mendorong pembuluh darah vena dan membuat kamu merasa pusing.

Selain itu, jangan paksa untuk berolahraga jika sebelumnya tidak biasa kamu lakukan. Olahraga ini sebaiknya dilakukan secara perlahan dan juga dibiasakan secara bertahap.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Bahaya Menggunakan Krim Wajah Tanpa Konsultasi dengan Dokter Terlebih Dahulu


Perkembangan teknologi serta menjamurnya klinik kecantikan membuat sejumlah krim wajah kini mudah diperoleh. Kemudahan ini membuat sejumlah krim ini kini gammpang diperoleh tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Rangkaian perawatan tersebut memang sangat menggoda, terutama jika berasal dari klinik kecantikan ternama. Tapi sebaiknya jangan membeli produk-produk tersebut.

"Setiap krim itu efeknya berbeda-beda. Menggunakan krim racik dokter tanpa konsultasi itu berbahaya," ujar Renobulan Sanusi, seorang dokter kecantikan di Sequis Tower, Jakarta Selatan.

Salah satu hal yang membuat pemakaiannya berbahaya adalah tidak ada informasi seputar kandungan skincare dari dokter.

Sehingga, kamu tidak bisa mengetahui secara pasti sebab dan akibatnya pada kulitmu. Apalagi jika kulit ter masuk sensitif dan sudah mengalami pengelupasan, kemerahan maupun gatal.

"Tiap krim pasti punya side effects. Kalau sudah merasa tidak nyaman atau muncul efeknya, harus dikonsultasikan ke dokter yang sama karena krim racik sendiri itu nggak dikasih tahu ingredientsnya apa. Setiap dokter pasti punya racikan dan treatment yang berbeda," kata Renobulan.

Pemakaian krim dokter tanpa resep secara rutin juga bisa menyebabkan pembentukan vaskuler baru, pembuluh darah naik dan kulit sensitif serta kemerahan.

Sedangkan, memakai krim dokter terlalu banyak bisa menyebabkan jerawat atau flek. Maka dari itu, pemakaian krim dokter harus secara rutin dikonsultasikan.

Sebab memakai krim dokter hanya perlu dilakukan ketika Sahabat Dream memiliki masalah kulit tertentu seperti jerawat dan flek yang sulit disembuhkan.

"Sebenarnya, produk inti yang harus dipakai adalah facial wash dan moisturizer. Kalau ada masalah, baru ada tambahan krim. Itu pun kalau masalahnya kusam atau pori-pori besar, nggak terlalu butuh. Kecuali masalahnya acne, flek dan lain-lain," tandasnya.

Selasa, 22 Oktober 2019

Cokelat yang Sudah Kedaluwarsa Aman Dikonsumsi Asal Kamu Mempertimbangkan Hal Ini


Hampir semua makanan terutama kemasan memiliki tanggal kedaluwarsa untuk memastikan kondisi makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak. Salah satu makanan yang memiliki tanggal kedaluwarsa adalah cokelat.

Dilansir dari Medical Daily, cokelat bisa aman dikonsumsi setelah kedaluwarsa namun ada hal yang harus diperhatikan. Terdapat dua hal yang harus diperhatikan sebelum cokelat yang kedaluwarsa itu dianggap aman dikonsumsi atau tidak.

Bryn Kirk dari Chocolate University Online menyebut bahwa terdapat dua hal yang harus diperhitungkan yaitu rasa dan keamanannya. Dua hal itu bisa menjadi pertimbangan sebelum mengonsumsi cokelat kedaluwarsa ini.

Pada makanan kemasan seperti cokelat, biasanya terdapat beberapa penanda apakah makanan tersebut kedaluwarsa atau tidak. Terdapat beberapa penanda berbeda mengenai kedaluwarsa pada makanan ini dan bisa menentukan seberapa aman makanan tersebut.

Berbagai Jenis Peringatan Kedaluwarsa


Dilansir dari Boldsky, ternyata memang ada beberapa faktor yang mendasari mengapa makanan kemasan memiliki tanggal kedaluwarsa.

Yang pertama, ide pencantuman tanggal kedaluwarsa diawali karena untuk mempertimbangkan kesegaran makanan, bukan keamanannya. Biasanya, ditandai dengan tulisan Best if Used Before Date.

Misalnya saja untuk makanan jenis roti yang berada di minimarket sekitar rumah, pasti akan ada tanggal kedaluwarsanya. Nah, sebenarnya tetap boleh mengonsumsinya lebih dari tanggal yang tertera di bungkusnya, hanya saja jangan lewat sampai berhari-hari lamanya.

Yang kedua, jika kamu menemukan tulisan 'Sell By', maka itu ditujukan benar-benar untuk toko. Artinya, untuk sampai kapan mereka bisa menjual produk tersebut kepada para pengecer. Bukan batas rusak atau busuknya produk. jadi, meskipun sudah lewat tanggal ini, masih dapat dimakan, meskipun kamu tetap dianjurkan membeli makanan sebelum melewati tanggal tersebut.

Yang ketiga, jika kamu menemukan tulisan Best if Used Before, maka tanggal yang tercantum dalam kemasan itu adalah untuk dapat merasakan rasa terbaik atau kualitas paling bagus dalam mengonsumsi makanan tersebut. Jelas ini bukan tanggal kedaluwarsa yang artinya sudah busuk dan tidak layak makan. Hal ini sering menipu seseorang. Produk tersebut masih tetap dapat dimakan walaupun sudah melewati tanggal ini, tapi kesegaran dan kualitas makanan akan telah berkurang.

Pada makanan dengan label Expired Date, kamu masih diperbolehkan mengonsumsi makanan tersebut apabila masih lewat sehari atau dua hari saja. Meskipun hanya berhubungan dengan kesegaran makanan, namun kita sendiri tidak bisa memastikan kemasan tersebut sudah bisa menghindarkan makanan dari kebusukan setelah lewat tanggal itu atau tidak.

Keamanan Mengonsumsi Makanan


Ketika sebuah makanan telah mengalami perubahan temperatur beberapa kali, besar kemungkinan makanan ini tidak lagi aman untuk dikonsumsi. Perubahan suhu yang terjadi ini menyebabkan bertumbuhnya bakteri.

Ketika cokelat batangan meleleh dan didinginkan langsung tak lama kemudian, terjadi kondensasi. Hal ini menyebabkan bakteri tinggal dan jamur tumbuh bahkan walaupun kamu tak dapat melihatnya.

Perubahan suhu udara ini penting kamu pertimbangkan sebelum memutuskan apakah mengonsumsi cokelat tersebut. Bahkan pada cokelat yang belum kedaluwarsa, jika sudah mengalami perubahan suhu yang ekstrem, maka sudah tidak lagi cukup aman untuk dikonsumsi.

Perubahan Rasa


Hal selanjutnya yang perlu kamu perhatikan adalah rasa dari cokelat ini. Perubahan rasa yang mungkin terjadi ini sangat tergantung dari jenis cokelat yang kamu konsumsi.

Pada cokelat susu, besar kemungkinan bahwa ketika telah kedaluwarsa maka rasanya bakal berubah menjadi sangat tidak enak. Bahkan seiring waktu, rasa ini bakal semakin bertambah buruk.

Bahkan ketika dicairkan dan digunakan sebagai topping pada makanan atau kue lain, rasa dari cokelat kedaluwarsa ini sudah berubah dan tak lagi lezat. Walaupun mungkin masih aman dikonsumsi, namun rasanya tak lagi lezat.

Sedangkan pada jenis cokelat lain seperti dark chocolate, rasa makanannya bakal tak berubah walau kadar kekentalan cokelatnya tak setinggi sebelumnya. Walau begitu, makanan ini bakal tetap aman untuk dikonsumsi.

Sejumlah hal tersebut penting untuk kamu perhatikan sebelum memutuskan apakah akan mengonsumsi cokelat yang sudah kedaluwarsa tersebut. Walau begitu, pilihan terbaik tetap menghindari konsumsi makanan yang mungkin bisa membahayakan tersebut.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Penegakan Hukum Diperlukan, jika Masih Ada Peredaran dan Penjualan SIM Card Zain


Setelah Komisi I DPR, Ombudsman RI, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) protes keras terhadap penjualan SIM card operator seluler asal Saudi Arabia Zain, akhirnya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menerbitkan surat edaran yang melarang para pedagang dan pelaku distribusi kartu perdana jasa telekomunikasi asing untuk melakukan kegiatan usaha di Indonesia.

Dalam surat edaran BRTI No 2 Tahun 2019 itu, disebutkan pelarangan tak hanya SIM card Zain, tapi juga kartu perdana telekomunikasi dari negara lain yang serupa dengan Zain, yang jumlahnya cukup banyak dan dipasarkan melalui distributor dengan modus penyewaan MIFI juga diharamkan peredarannya.

Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty mengapresiasi langkah BRTI yang melarang para pedagang dan pelaku distribusi kartu perdana jasa telekomunikasi dari negara lain beroperasi di Indonesia. Legislator ini berharap surat pelarangan BRTI tersebut diikuti dengan tindakkan konkrtt lain dengan mengajak aparat penegak hukum seperti pihak kepolisian untuk melakukan penindakan.

Jika ada para pelaku usaha yang masih melakukan distribusi dan penjualan SIM card dari negara lain harus dikeluarkan surat peringatan dan segera ditindak oleh pihak kepolisian, ujar Evita dalam keterangan persnya, kemarin.

Hal senada juga diutarakan Ahmad Alamsyah Saragih, Komisioner Ombudsman RI. Menurutnya, jika regulator sudah mengeluarkan surat larangan, harus diikuti dengan penindakan hukum, jika ada para pihak yang masih melanggar. Peraturan yang dikeluarkan pemerintah tak akan berdampak apa pun jika tidak diikuti dengan penegakan aturan dan penindakkan bagi oknum yang masih melanggar.

Jika kemarin masih ada beda pendapat penanganan SIM card dari perusahaan telekomunikasi negara asing, kami masih bisa pahami. Namun kini dengan surat pelarangan BRTI sudah bisa dijadikan dasar yang kuat untuk melakukan penindakan, jika masih ada pelaku usaha yang bandel. Pihak kepolisian harus segera bertindak jika ada yang melanggar, termasuk seluruh distributor dan penjualan SIM card asing di Indonesia, ermasuk yang menggunakan MIFI, ujarnya.

Dari pengamatan di beberapa embarkasi haji, hingga kini distribusi dan penjualan SMI card operator Zain masih berjalan. Mereka tak mengindahkan larangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Para distributor tersebut masih dengan bebas melakukan kegiatan pembagian SIM Card dan zainpenjualan paket data. Padahal pekan lalu Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengeluarkan larangan penjualan sementara kartu SIM milik Zain di Indonesia. 

Rabu, 16 Oktober 2019

Cara Daftar BPJS Kesehatan


Hal yang terpenting dari keberlangsungan hidup adalah Kesehata. Bagaimana tidak kehidupan yang semakin jauh dari sehat dan harga obat dan pengobatan yang semakin lama semakin mahal membuat kesehatan menjadi sebuah asset yang sangat berharga dalam kehidupan ini. Indonesia sendiri sebagai negara yang meiliki standar kesehatan yang masih jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju terus bergerak memperbaiki sistem dan fasilitas kesehatannya. Selain asuransi, kesehatan salah satu upya dan usaha pemerintah Indonesia untuk memperbaiki keehatan di Indonesia adalah dengan menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional disingkat menjadi JKN melalui BPJS kesehatan. Yang saat ini semakin dipermudah dengan banyak piliha registrasi. Baik secara offline dan online. Cara daftar BPJS online pun pastinya berbeda dengan yang offline yang akan dibahas dibawah ini. 

Badan penyelengaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan secara resmi didirikan pada tahun 2014 setelah sebelumnya bernama Askes (Asuransi Kesehatan).  Program BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan ada untuk bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan jaminan terkait kesehatan dan ketenagakerjaan. Ada beberap prosedur yang tidak boleh terlewatkan 

Baik secara offline ataupun Online ada beberapa dokumen taupun berkas umum yang perlua Anda persiapkan, termasuk prosedur pendaftaran menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Dikutip dari websitenya.

Pendaftaran Bagi Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)

Badan usaha atau perusahaan mendaftarkan seluruh karyawan berserta anggota keluarganya ke kantor BPJS kesehatan dengan melampirkan:

  • Formulir registrasi badan usaha atau badan hukum lainnya
  • Data migrasi karyawan dan juga anggota keluarganya sesuai format yang ditentukan oleh bpjs kesehatan
  • Perusahan atau badan usaha kan menerima Virtual Account (VA) untuk dilakukan pembayaran ke bank yang telah bekerjasamm, yakni BRI, BNI dan juga Bank Mandiri
  • Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS kesehatan untuk dicetakan kartu JKN atau mencetak e-ID secara mandiri oleh perusahaan atau badan usaha. 

Pendaftaran Bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah

  • Calon peserta mendaftar secara perorangan di kantor BPJS kesehatan 
  • Mendaftarkan seluruh anggota keluarga yang ada di kartu keluarga 
  • Mengisi formulir daftar isian peserta (DIP) dengan melampirkan:
          A. Fotokopi kartu keluarga (KK) 
          B. Fotokopi KTP/paspor, masing-masing 1 lembar 
          C. Fotokopi buku tabungan salah satu peserta yang ada di dalam KK
          D. Pasfoto 3X4, masing-masing sebanyak 1 lembar.

  • Setelah mendaftar, calon peserta akan memperoleh nomor Virtual Account (VA)
  • Melakukan pembayaran iuran ke bank yang bekerja sama, yaitu BRI, BNI, dan Bank Mandiri, BCA 
  • Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS kesehatan untuk dicetakan JKN
Agar lebih cepat dan lebih mudah, seiring majunya zaman anda bisa daftar ecara online.

  1. Untuk mengkonfirmasi pendaftaran Anda harus mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan seperti KTP, KK, NPWP jika ada, adlamat email, serta nomor handphone yang masih aktif.
  2. Setelah itu buka halaman website BPJS kesehatan dari smartphone atau laptop.
  3. Isilah data yang telah disediakan dengan benar mencakup data diri dan kelas yang ditawarkan, alamat lengkap, dan juga fasilitas kesehatan lainnya
  4. Pilih biaya iuran sesuai kemampuan dan kebutuhan Anda
  5. Simpan data Anda, serta tunggu email notifikasi nomor registrasi di email. Setelah dapatkan notifikasinya, print lembar virtual account tersebut. 
  6. Lakukan pembayaran di bank yang telah ditunjuk
  7. Setelah menyerahkan uang dan nomor virtual pada teller bank, nanti Anda kaan mendapat bukti pembayaran. 
  8. BPJS anda sudah akrif, silahkan cek email Anda karena aka nada balasan dari BPJS kesehatan berupa E-ID card BPJS yang bisa di print sendiri. anda juga bisa print kartu anda di kantor BPJS terdekat. 

Minggu, 13 Oktober 2019

Pemerintah Didesak Segera Bahas RUU PDP


Program Koordinator ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, mengatakan pemerintah sudah saatnya membahas RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) bersama DPR RI. RUU PDP ini harusnya masuk dalam program legilasi nasional (Prolegnas) 2019.

"Akan tetapi, sampai Juli 2019, DPR mengatakan belum menerima draft RUU PDP dari pemerintah," katanya usai acara diskusi Darurat Perlindungan Data Pribadi di Jakarta.

Dilanjutkannya, sejauh ini draft tersebut masih ada di Sekretariat Negara (SetNeg) untuk dilakukan harmonisasi. Namun, karena lamanya belum dibahas, terdengar kabar bahwa hal itu masih dilakukan pembahasan oleh internal pemerintah. Kemungkinan, katanya, ada semacam ego sektoral antar kementerian.

"Dan kita tahu, bahwa 2 bulan lagi, masa bakti anggota DPR akan selesai. Kita berharap, sebelum masa alih DPR, harapannya sudah selesai," jelasnya.

Maka itu, pihaknya bersama SafeNet meminta agar Presiden Jokowi memberikan perhatian serius untuk memastikan bahwa dokumen RUU PDP dapat segera diserahkan kepada DPR untuk dibahas di tahun ini.

Sementara itu, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, mengatakan, bila pemerintah masih menahan-nahan draft RUU PDP untuk dibahas bersama DPR, maka sama saja pemerintah membangun ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.

"Di sisi lain pemerintah dorong ke era digital. Makin banyak penawaran menggiurkan online tapi perlindungan tidak ada. Kita semua sangat peduli terhadap UU PDP. Ini untuk semua orang yang terlibat dalam kegiatan ekonomi sosial di Indonesia," terangnya.