Kamis, 12 September 2019

Intip Resiko Penyakit Sesuai dengan Golongan Darah


Golongan darah merupakan golongan berdasarkan sistem ABO yaitu A, B, AB, dan O, atau berdasarkan rhesus positif dan rhesus negatif. Kategori darah didasarkan ada tidaknya zat antigen pada sel darah merah dan plasma darah. Antigen memiliki fungsi untuk mengenal sel tubuh dan sel tubuh yang berasal dari sel dari luar tubuh. Jika memiliki golongan A maka memiliki antigen A untuk memproduksi antibodi, golongan B memiliki antigen B dan memproduksi antibodi A, golongan AB memiliki antigen A dan B dan tidak memiliki antibodi A dan B dalam plasma darah, dan golongan O yang tidak memiliki antigen A dan B, tetapi memproduksi antibodi A atau B.

Berikut adalah resiko penyakit sesuai penggolongan darah:

  • Golongan A memiliki resiko 20% lebih tinggi mengidap penyakit kanker perut, sehingga perlu membatasi untuk mengonsumsi daging olahan yang memiliki kandungan nitrat seperti nugget, kornet, sosis dan lainnya, selain itu beresiko untuk terkena penyakit jantung.
  • Golongan B memiliki resiko 20% mengidap penyakit diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi dan jantung, untuk menghindari resiko ini maka sebaiknya memperbaiki pola makan dan aktifitas fisik.
  • Golongan AB, memiliki resiko gangguan kognitif, sehingga perlu melakukan olahraga rutin dan makan makanan yang baik sehingga akan membawa oksigen menuju otak, dengan melakukan kegiatan bekerja dan berpikir.
  • Golongan O memiliki resiko 23% rendah untuk mengidap penyakit jantung, tetapi rentan terhadap penyakit lambung karena terdapat bakteri H Pylori, dengan mengontrol makanan dan berat badan serta mengurangi merokok dan minuman beralkohol.
Perpaduan golongan darah O dan O antar pasangan memungkinkan anak memiliki golongan O, jika golongan O dan A memungkinkan anak memiliki golongan O atau A, dan golongan O dan B memungkinkan golongan O dan B. Selain itu, golongan A dan A akan memiliki anak golongan O atau A, golongan A dan B dengan anak golongan O, A, B, atau AB, golongan B dan B memiliki anak dengan golongan O atau B. Jika pasangan golongan AB dan O dengan anak golongan A atau B, golongan AB dan A dengan anak golongan A, B dan AB, dan golongan AB dan AB dengan anak A, B dan AB.

Manfaat cek golongan adalah untuk transfusi darah untuk menyesuaikannya dengan penerima yang membutuhkan darah. Tidak semua golongan dapat cocok dan menerima darah sesuai golongannya. Menerima darah yang tidak sesuai akan menyebabkan penggumpalan darah dan komplikasi darah. Gejala yang menandakan ketidak sesuaian golongan maka menunjukkan mual, kulit dan mata terlihat kuning, nyeri dada, perut, demam, terdapat darah pada urin hingga sesak napas.

Berikut adalah pola makan menurut golongan:

  • Golongan A dengan memakan makanan mengandung protein seperti kedelai, kacang polong, biji-bijian, sayuran dan buah-buahan seperti apel, berry, alpukat dan lainnya.
  • Golongan B dapat fleksibel dalam memakan berbagai makanan yang mengandung protein nabati maupun hewani dan sebaiknya memperbanyak daging merah, sayuran hijau, telur dan susu.
Untuk golongan darah O tidak dianjurkan untuk meminum susu dan olahannya karena tidak mampu mencerna protein dan lemak secara baik. Sebaiknya juga tidak mengonsumsi kubis dan gandum yang menghambat hormon tiroid. Golongan AB tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan daging karena akan membuat pencernaan sulit mencernanya, begitu juga dengan kafein dan alkohol saat stres sebaiknya mengonsumsi salmon, sayuran hijau dan ikan kakap merah.

0 komentar:

Posting Komentar