Sabtu, 27 April 2019

4 Cara Mencegah Kanker Serviks


Kanker serviks cukup menjadi momok bagi wanita. Berikut cara mencegah penyakit tersebut.

Kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker dengan kasus yang sangat tinggi di dunia. Kanker ini merupakan tumor ganas yang menyerang leher rahim (serviks). 

Penyebab kanker serviks sendiri diyakini banyak ahli terkait dengan infeksi human papillomavirus (HPV). HPV yang masuk ke tubuh menjadi cikal bakal terjadinya perubahan pertumbuhan sel yang tidak normal sampai terjadi kanker.

Hubungan seksual –baik lewat vagina, anus, maupun mulut– juga dipercaya sebagai salah satu media penularan kanker serviks. Akan tetapi, menurut dr. Atika dari KlikDokter, hubungan seksual tidak menjadi satu-satunya media penularan, karena kontak kulit di luar area kelamin juga bisa menularkan.

Infeksi kuman HPV yang berubah menjadi kanker sesungguhnya hanya sebagian kecil, karena pada dasarnya infeksi dapat dilawan oleh imunitas tubuh. Namun ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya perubahan menjadi kanker, seperti:

  • Tipe dan durasi infeksi virus
  • Daya tahan tubuh yang rendah (status nutrisi yang rendah, infeksi HIV, dan penyakit kronis lainnya)
  • Faktor lingkungan seperti merokok dan defisiensi vitamin.
Pencegahan kanker serviks
Melindungi diri dari HPV adalah hal awal yang bisa Anda lakukan. Berikut beberapa cara pencegahan kanker serviks:

Vaksinasi
Vaksin untuk mencegah HPV sudah banyak tersedia. Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin HPV dianjurkan untuk diberikan kepada anak perempuan berusia 9-13 tahun. 

Pemberian vaksinasi menjadi salah satu cara yang sangat ampuh untuk mengurangi angka kejadian kanker serviks. Vaksin dianjurkan diberikan pada wanita muda, mengingat pemberian vaksinasi harus dilakukan sebelum adanya kontak seksual.

Rutin skrining kanker serviks dengan pap smear
Jika usia Anda telah melewati batas rekomendasi vaksin atau telah menikah, Anda dapat melakukan skrining secara teratur untuk mencegah kanker serviks sekaligus deteksi dini. Dengan rutin skrining, gambaran pra-kanker dapat ditemukan lebih awal dan dicegah berkembang menjadi kanker. 

Jika tidak skrining secara teratur, tentunya kemungkinan ditemukannya kanker serviks terlambat akan meningkat. Pap smear direkomendasikan untuk dilakukan setiap 3 tahun sejak wanita berusia 21 tahun.

Hindari gonta-ganti pasangan seksual
Gonta-ganti pasangan seksual menjadi salah satu faktor risiko tertular HPV. Selain itu, Anda juga direkomendasikan untuk menghindari orang-orang yang memiliki riwayat gonta-ganti pasangan. 

Seseorang bisa memiliki virus tanpa ada gejala apa pun. Menggunakan kondom memang bisa menjadi salah satu perlindungan. Akan tetapi, kondom tidak menutup seluruh area tubuh yang bisa terinfeksi HPV, seperti kulit sekitar anus dan kelamin.

Hindari merokok
Merokok menyebabkan peningkatan risiko terkena kanker serviks dua kali lebih besar. Untuk itu merokok harus benar-benar dihindari.

Beberapa cara di atas dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks. Selain itu, terapkan juga pola makan sehat bergizi lengkap, kelola stres dengan baik, tidur cukup, serta rutin kontrol ke dokter agar kesehatan tubuh secara keseluruhan tetap terjaga.

0 komentar:

Posting Komentar