Jumat, 09 November 2018

Tips Stimulasi Dini agar Anak Cerdas Sesuai Usia


Banyak orang tua di Indonesia yang ingin sekali mengetahui cara agar anak cerdas dan kreatif sedari dini. Dari sekian banyak cara yang tersedia maka Anda bisa mencoba cara stimulasi dini yang diketahui ampuh membuat anak menjadi cerdas dan kreatif sesuai usia mereka. Lalu bagaimana caranya? Berikut ini akan dijelaskan beberapa tips stimulasi dini. 

Stimulasi untuk Usia 0-3 Bulan 

Stimulasi yang pertama diperuntukan untuk si kecil yang baru menginjak usia 0-3 bulan. Stimulasinya sendiri terbilang mudah dan juga sederhana untuk dilakukan. Pertama adalah dengan mengajak bayi untuk sering tersenyum dan sering melakukan interaksi terhadap mereka. Kombinasi ini nantinya akan membuat si kecil lebih aktif dan juga tanggap. 

Stimulasi untuk Usia 3-6 Bulan 

Apabila si kecil sudah memasuki usia 3-6 bulan maka melakukan stimulasinya akan sedikit berbeda. Stimulasi yang dilakukan adalah melihatkan wajah bayi di depan cermin. Hal ini berguna untuk membuat bayi lebih mengenali dirinya sendiri. Selain itu, jangan lupakan juga mulai melatih bayi untuk tengkuran hingga bergerak untuk merangsang sarafnya. 

Stimulasi untuk Usia 6-9 Bulan 

Apabila bayi Anda sudah memasuki usia 6-9 bulan maka rangsangan yang diberikan juga beragam. Mulai dari memanggil nama bayi secara lembut, membacakan buku cerita, mengajak bayi untuk bersalaman hingga melatih bayi berdiri secara perlahan. Semua kombinasi latihan tersebut berguna untuk membuat si kecil lebih peka terhadap kondisi sekitar. 

Stimulasi untuk Usia 9-12 Bulan

Usia 9-12 bulan bisa dibilang merupakan usia emas yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh Anda selaku orang tua. Anda mesti bisa melakukan stimulasi yang tepat untuk membuat si kecil dapat bertumbuh secara sempurna. Stimulasi tersebut dapat dimulai dengan mengulang berulang sebutan keluarga untuk si kecil. Terutama untuk anggota keluarga yang terdekat. 

Stimulasi berikutnya yang berguna agar anak cerdas adalah dengan membiasakan si kecil untuk minum dari gelas dan juga bermain dengan bola. Kombinasi inilah yang kemudian sangat berguna untuk membuat si kecil dapat mengembangkan kemampuan motoriknya secara lebih baik. Hal ini berguna untuk membuat si kecil menjadi lebih tanggap dan juga aktif. 

Stimulasi untuk Usia 12-18 Bulan 

Untuk stimulasi pada usia yang satu ini bisa diawali dengan latihan mencoret menggunakan pensil warna hingga menyusun kubus. Latihan tersebut akan sangat berguna untuk membuat si kecil dapat mengeluarkan insting kreatif yang dimiliki. Jadi biarkan saja kecil melampiaskan keingintahuan yang dimiliki dan jangan terlalu dilarang karena akan mengganggu si kecil. 

Stimulasi untuk Usia 18-24 Bulan 

Apabila si kecil sudah memasuki usia 18-24 bulan maka stimulasi yang wajib diberikan adalah stimulasi yang mulai berfokus pada dua arah. Artinya Anda sebagai orang tua juga ikut ambil bagian untuk membantu si kecil. Stimulasi tersebut bisa berupa menanyakan gambar hingga mengajak berbicara tentang kegiatan sehari-hari. Hal ini untuk mencerdaskan si kecil. 

Stimulasi untuk Usia 2-3 Tahun 

Pada usia 2-3 tahun maka Anda sudah harus memperlakukan si kecil secara lebih dewasa. Soalnya pada usia ini, si kecil sudah mulai memahami lingkungan sekitar dan juga memberikan respon secara lebih baik. Cara stimulasinya adalah dengan mulai memberikan rangsangan dengan menggambar garis hingga memberikan warna pada garis tersebut. 

Stimulasi untuk Usia Balita 

Terakhir adalah memberikan stimulasi untuk usia balita dengan cara mulai dikenal dengan huruf dan juga angka. Hal ini berguna untuk membuat si kecil dapat membaca sekaligus menulis sejak dini. Sesuatu yang pastinya akan lebih memudahkan mereka ketika sudah memasuki usia sekolah nantinya. 

Dengan mengetahui berbagai tips stimulasi agar anak cerdas seperti di atas maka Anda sebagai orang tua wajib untuk mengaplikasikannya. Hal tersebut berguna agar si kecil tumbuh menjadi pribadi yang tangap, cerdas dan juga kreatif.  

0 komentar:

Posting Komentar